You are here
Home > Gaming > C’mon Valve! 4 Perubahan Dota 2 yang Diharapkan Hadir Tahun 2018!

C’mon Valve! 4 Perubahan Dota 2 yang Diharapkan Hadir Tahun 2018!


2017 telah menjadi tahun penuh “badai” untuk Dota 2. Inilah perubahan Dota 2 yang tentunya telah ditunggu banyak fan di tahun 2018!

Dota 2 telah berevolusi sedemikan rupa terutama sejak patch 7.xx yang cukup signifikan. Walaupun arahnya sudah terlihat, namun masih banyak perubahan yang diharapkan oleh para fan Dota 2!

TI 7 sudah berlalu dan meta juga sudah banyak berubah. Kehadiran Dota Pro Circuit nampaknya juga kurang membawa hype yang diharapkan, justru banyak yang beranggapan padatnya jadwal menghilangkan kesan “greget” dibandingkan dengan sistem tiga major dan satu TI seperti dulu.

Di luar itu semua, kira-kira apa lagi perubahan yang diharapkan dari para fan Dota 2? Kira-kira ini lah beberapa perubahan yang dinantikan!

1

Matchmaking Perlu Perbaikan

Sumber: Duniaku

Jelas telah banyak penggemar Dota 2 yang telah mengeluh kepada Valve terhadap sistem matchmaking mereka. Entah itu karena pemain berhadapan dengan pemain lain yang sama sekali tidak memiliki skill yang sama, atau harus menunggu antrian matchmaking yang sangat lama.

Dengan diperkenalkannya sistem baru yakni season ranked system, pada dasarnya Valve tidak mengubah apapun dalam segi matchmaking.

Mereka memperkenalkan “lencana” baru yang mencolok, dengan sistem yang lebih ambigu dan bahkan meninggalkan angka MMR yang sebagian besar pemain sudah sangat familier. Intinya adalah kita sekarang tidak bisa melihat progres yang telah kita capai dengan baik.

Sayangnya belum ada perubahan mendasar yang dilakukan kepada sistem matchmaking itu sendiri, sehingga masalah klasik seperti waktu que yang lama, game yang tidak fair, atau dipasangkan dengan para pemain toxic menjadi hal yang biasa terjadi di dalam game.

2

Gamplay Rush Sudah Jarang Terlihat

perubahan dota 2
Sumber: it reborn

Saat menyaksikan The Summit 8, salah satu turnamen di penghujung tahun 2017, terbukti bahwa bermain cepat (rush) tidak lagi berjalan lancar. Munculnya hero seperti Medusa dan Morphling sebagai top tier pick membuatnya sulit untuk bermain dengan gameplay cepat.

Bahkan salah satu pemain profesional dari tim Virtus Pro, Illya “Lil” llyuk mengatakan bahwa tidak masuk akal lagi untuk bermain dengan gameplay rush karena tim akan dengan mudah kena counter atau comeback.

Tidak dapat dipungkiri bahwa para tim saat ini lebih nyaman bermain dalam meta alih-alih menciptakan meta baru seperti rush game karena tuntutan untuk menang yang sangat besar. Sangat kecil kemungkinan kita akan menemui pick gila seperti yang di lakukan NaVi era TI 1-3 atau Wings Gaming di TI 6!

3

Berikan Bobot Lebih untuk Pro Circuit Minor

perubahan dota 2
Sumber: Dota 2 Blog

Meskipun saat ini Valve telah menyajikan sejumlah turnamen Dota 2 yang menarik untuk ditonton, namun tetap terasa seolah-olah gap antara turnamen Minor dengan Major terlalu signifikan.

Dengan hanya 300 Pro Circuit point untuk Minor dan 1500 untuk Major, rasanya sama sekali tidak proporsional. Dan tampaknya hampir seolah-olah turnamen Minor tidak ada gunanya dalam rangkaian keseluruhan proses dan kualifikasi untuk The International musim 2018.

Walaupun secara jumlah memang sudah diatur sedemikian rupa, namun padatnya jadwal membuat fokus para pemain bahkan para penonton harus dibagi sedimikian rupa untuk memilih turnamen Pro Circuit dengan bijak.

Dengan penyesuaian poin, tentu turnamen minor akan lebih kompetitif dan juga menarik perhatian penonton!

4

Bawa Kembali Techies

perubahan dota 2
Sumber: lambdageneration

Tanggal 12 Desember 2016 ditandai sebagai hari yang “suram” bagi penggemar hero Techies dalam pro scene Dota 2. Sudah lebih dari setahun sejak IceFrog memutuskan untuk menarik Techies dari Captain Mode.

Turnamen Elimination Mode baru-baru ini menunjukkan betapa tidak berdayanya Techies sebagai hero. Jadi apa salahnya jika Valve atau IceFrog kembali memasukkan hero ini ke Captain Mode?