You are here
Home > Gaming > Bursa Transfer Dota 2018 Memanas! Ini 5 Top Player Dota 2 Tanpa Tim yang Bisa Direkrut

Bursa Transfer Dota 2018 Memanas! Ini 5 Top Player Dota 2 Tanpa Tim yang Bisa Direkrut


Bursa transfer di Dota 2 memanas. Saat ini tercatat ada lima pemain terbaik Dota 2 yang berstatus tanpa tim! Siapa saja mereka?

Scene Dota 2 musim 2017-2018 telah memasuki setengah jalan. Di mana sepanjang tahun 2017 banyak sekali drama yang terjadi.

Salah satu yang mengagetkan tentu ketika tim Evil Geniuses melepas pemain andalan mereka Saahil “UNiVeRsE” Arora.

Setelah itu, EG memutuskan merekrut mantan pemain Optic Gaming, Rasmus “Misery” Filipsen dan menggeser Sumail Hassan dari midlaner ke posisi offlaner!

Meski begitu, tampaknya drama di scene Dota 2 belum akan berakhir. Sebab, pada tahun 2018 ada lima pemain top yang siap memanaskan bursa transfer! Siapa saja mereka?

5

Aui_2000

Aui_2000 merupakan salah satu pemain Dota 2 yang pernah merasakan indahnya menjuarai turnamen Dota 2 terbesar, The International. Aui_2000 meraih Aegis of Champions saat membela EG pada tahun 2015.

Setelah itu Aui_2000 didepak EG lantaran dianggap memiliki beberapa faktor yang tidak sesuai dengan visi tim. Kapten EG saat itu, Peter “PPD” Dager, sempat membeberkan tiga kelemahan yang dimiliki Aui_2000.

Tiga kelemahan itu, yakni tidak bisa berkomunikasi dengan baik, selalu membuat kesalahan jika berada dalam tekanan, dan sering membuat rasa tidak nyaman bagi tim!

Sayangnya, setelah didepak EG, performa Aui_2000, langsung terjun bak roket. Dia sempat bergabung dengan Digital Chaos dan kembali lagi ke EG pada periode tahun 2016. Tapi, tak ada satu pun trofi mampu diraih Aui_2000. Sayang sekali ya!

Pada ajang The International 2017, Aui_2000 bermain untuk tim NP yang lalu berganti nama menjadi Cloud9. Di tim ini, Aui_2000 tak lagi menjadi carry namun bergeser ke posisi support 4.

Setelah kegagalan di TI 7, Cloud9 akhirnya dibubarkan dan Aui_2000 secara otomatis tak memiliki tim hingga sekarang.

Oleh sebab itu, jika ada sebuah tim yang membutuhkan agresif roaming support maka Aui_2000 bisa menjadi pilihan yang tepat.

Aui_2000 hanya butuh pelatih dan kapten yang tepat untuk mengeluarkan potensi terbaiknya sekaligus menghilangkan tiga kelemahan yang sempat dibeberkan oleh PPD.

4

Khezu

Nama Khezu sempat masuk dalam jajaran offlaner terbaik dunia saat membela Team Secret pada periode tahun 2016 hingga 2017! Bersama Team Secret, Khezu cukup banyak merengkuh prestasi.

Prestasi pertama dia di Secret yakni saat menjuarai ajang ROG Masters 2016. Saat itu Khezu mampu menyumbangkan gelar juara usai menumbangkan Execration 3-0 di grand final!

Setelah itu, Khezu juga berhasil membawa Team Secret berada di posisi runner-up pada ajang The Summit 7. Keinginan Khezu menjuarai The Summit 7 dihentikan oleh Virtus Pro dengan skor 2-3 di babak grand final.

Sayangnya, tinta manis Khezu di Secret justru berakhir saat tampil di TI 7. Pada event Dota 2 terbesar di dunia itu, Khezu cuma mampu membawa Team Secret berada di posisi 9-12.

Kegagalan itu berbuah malapetaka bagi Khezu. Ia masuk ke dalam daftar pemain yang ditendang dari Team Secret.

Lepas dari Secret, Khezu pun coba peruntungan di tim MidOrFeed. Apes bagi Khezu, kariernya di MidOrFeed tak berjalan panjang. Dia pun harus rela mengemban status tak punya tim saat ini.

Meski begitu, Khezu tetap menjadi pemain Dota 2 di level atas. Dengan pengalamannya di turnamen LAN membuat dirinya bisa menjadi pilihan utama bagi tim-tim Dota 2 yang butuh seorang offlaner andal!

3

Saksa

Saksa. Sumber: gosugamers.net

Nama Saksa mulai dikenal para pecinta Dota 2 saat dia bersama Digital Chaos mampu menembus babak grand final The International 2016. Sayangnya, Saksa harus memupus mimpi juara TI 6 usai dikalahkan wakil Cina, Wings Gaming.

Setelah membela DC, Saksa justru terlihat seperti perantau di scene Dota 2. Dia terus berganti-ganti tim pada tahun 2017. Total ada 4 tim yang diperkuat Saksa selama tahun 2017!

Keempat tim itu adalah Thunderbirds, Planet ODD, MidOrFeed dan Optic Gaming. Di Optic Gaming sempat muncul penilaian bahwa Saksa dianggap telah menemukan tim yang tepat bagi dirinya.

Sayangnya, secara mengejutkan Saksa justru hengkang dari Optic Gaming usai gagal juara di ajang ROG Masters 2017 dan The Summit 8! Kondisi ini membuat Saksa tak memiliki tim jelang memasuki tahun 2018.

Jika dilihat secara seksama, performa Saksa sebagai support di Optic Gaming sebenarnya masih sehebat saat membawa DC jadi runner-up TI 6. Jadi jika ada tim yang membutuhkan support agresif bisa menghubungi langsung Saksa lewat ponselnya!

Sudah tiga pemain guys! Siapa lagi pemain top Dota 2 yang masih gak punya tim? Lanjut ke halaman selanjutnya yuk!

Hayabusa
Saya adalah orang biasa yang ingin terus berkarya dalam kehidupan di dunia maya maupun di dunia nyata. "HIDUP UNTUK BERKARYA, BERKARYA UNTUK HIDUP".

Leave a Reply

Top