You are here
Home > Gaming > Gagal Juara MDL Macau, Masih Pantaskah Slogan NaVi Is Back?

Gagal Juara MDL Macau, Masih Pantaskah Slogan NaVi Is Back?


Beberapa waktu belakangan, slogan NaVi is Back terus berkumandang!

Alasannya tentu karena permainan NaVi perlahan mulai membaik. Tapi jika tak kunjung juara Dota Pro Circuit, apakah masih pantas slogan itu dikumandangkan?

Bagi para pecinta Dota 2, NaVi merupakan salah satu tim dengan basis pendukung terbesar. Kesuksesan menjuarai The International edisi pertama melambungkan nama tim asal Ukraina itu hingga ke langit ketujuh!

Gaya bermain NaVi yang kerap menampilkan taktik dan strategi yang unik juga menjadi alasan lain tim berjuluk Born to Win tersebut begitu dicintai.

Apakah kamu masih ingat combo Pudge dan Chen milik NaVi menjadi fenomena di dunia Dota 2?

Tak cuma strategi yang selalu mengejutkan, kehadiran sang ikon Dota 2 Daniel “Dendi” Ishutin juga menjadi warna tersendiri bagi NaVi.

Dendi dan XBOCT bereuni kembali
Sumber : Dotablast

Pribadi Dendi yang ramah dan gemar bercanda semakin membuat para penikmat Dota 2 mencintai NaVi.

Sayangnya, setelah kesuksesan di masa lalu, NaVi seperti kesulitan menjaga konsistensi performa. Trofi juara tampaknya mulai tidak akrab dengan NaVi.

Terakhir NaVi juara adalah pada tahun 2016, saat mereka meraih trofi StarLadder Season 2 mengalahkan Team Secret di final.

Bukannya membaik, keadaan malah makin memburuk setelah NaVi gagal lolos ke The International 7 lalu. Akibatnya, perlahan NaVi pun mulai dilupakan! Demi kembalikan kejayaan, perombakan roster pun tak terhindarkan.

NaVi merekrut beberapa pemain muda seperti Vladislav “Crystallize” Krystanek dan juga eks pemain Empire, Vladimir “RodjER” Nikogosyan. Bahkan sang mantan pemain Alexander “XBOCT” Dashkevich ikut didapuk sebagai pelatih.

Hasilnya sebenarnya cukup menakjubkan! Perlahan permainan NaVi mulai membaik. Prestasi perdana dengan roster terbaru sukses antarkan mereka lolos ke SL i-League Invitational Season 3.

Tak sampai di situ, NaVi terus tunjukkan permainan keren saat mampu menembus ke main event DreamLeague Season 8. Di babak kualifikasi, NaVi taklukkan tim besar seperti Team Liquid, OG, dan Virtus Pro.

Setelah itu, NaVi akhirnya kembali meraih juara ketika memenangkan turnamen Adrenaline Cyber League!

Walau tidak masuk dalam perhitungan Dota Pro Circuit, turnamen ini tetap bergengsi karena diikuti tim-tim besar seperti Virtus Pro, Mousesports dan Team Empire.

Kemenangan inilah yang mulai membuat slogan NaVi is Back menggema! Roster NaVi saat ini dianggap berpotensi untuk bersaing di level Minor maupun Major.

Sayangnya, NaVi seperti memberi harapan palsu bagi para fannya. Tampil di turnamen level Minor, yakni MDL Macau, NaVi harus puas berada di peringkat 3-4 bersama Virtus Pro.

Prediksi soal NaVi bakal gagal menjuarai MDL Macau memang sudah terlihat dari kiprahnya di sepanjang turnamen ini. Pada fase grup, NaVi selalu kalah menghadapi tim besar semacam VP, OG, dan LFY.

Beruntung, mereka tetap mampu lolos ke play-off setelah bertengger di peringkat ketiga grup. Sayangnya di fase play-off, NaVi harus menghadapi sang raja turnamen Major, OG. Waduh!

Sumber: Twitter NaVi

Seperti banyak prediksi, di tangan OG, NaVi pun luluh lantak. Dalam pertandingan berformat best of three, NaVi langsung tersingkir dengan skor telak 0-2 dari OG.

Di game pertama, NaVi gagal membendung permainan imba Naga Siren milik Johan “NoTail” Sundstein, dan dominasi OG yang terus menjauhkan net worth mereka dari kejaran Dendi dkk.!

Sementara di game kedua cuma butuh waktu 38 menit bagi OG untuk meratakan perlawanan NaVi!

Berdasarkan performa di MDL Macau, masih pantaskah slogan NaVi is Back digaungkan? Apakah NaVi harus merombak lagi roster mereka jika ingin mengembalikan nama besar mereka di masa lalu? Menarik ditunggu!

Diedit oleh Audi E. Prasetyo

Hayabusa
Saya adalah orang biasa yang ingin terus berkarya dalam kehidupan di dunia maya maupun di dunia nyata. "HIDUP UNTUK BERKARYA, BERKARYA UNTUK HIDUP".

Leave a Reply

Top